Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) SMPN 02 Krayan
Pa Nado, Krayan – Suasana ceria dan penuh semangat menyelimuti halaman SMP Negeri 02 Krayan yang berlokasi di Jalan Damai, Desa Pa Nado, Kecamatan Krayan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Memasuki bulan Juli 2026, sekolah yang berdiri teguh di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia ini resmi memulai fase baru persekolahan dengan menyambut para tunas bangsa yang menjadi murid baru di Kelas 7.
Bagi generasi terdahulu, awal masuk sekolah sering kali diidentikkan dengan istilah OSPEK atau MOS (Masa Orientasi Siswa) yang kadang membuat tegang. Namun, di SMP Negeri 02 Krayan, wajah masa orientasi tersebut kini telah berubah total.
Mengikuti arahan nasional, kegiatan ini secara resmi dinamakan MPLS (Masa
Pengenalan Lingkungan Sekolah). Sesuai dengan Permendikdasmen Nomor 12 Tahun
2026, pelaksanaan MPLS tahun ini diperketat dengan konsep MPLS Ramah.
Seluruh rangkaian kegiatan kini wajib berfokus pada penciptaan lingkungan
belajar yang aman, inklusif, dan menyenangkan. Tidak ada lagi atribut
aneh-aneh, bentakan, ataupun perpeloncoan. Pihak sekolah memastikan bahwa
hari-hari pertama siswa baru di SMPN 02 Krayan diisi dengan edukasi yang
memotivasi dan sepenuhnya bebas dari segala bentuk kekerasan
Sebagai sekolah yang masuk dalam klaster pendidikan di wilayah perbatasan
dekat Pusat Kegiatan Strategis Nasional (PKSN) Long Midang, SMP Negeri 02
Krayan memegang peran krusial dalam mencerdaskan anak-anak beranda terdepan
yang berbatasan langsung dengan Sarawak, Malaysia.
Pada tahun ajaran ini, SMPN 02 Krayan dengan bangga menerima 19 siswa baru,
yang terdiri dari 11 siswa laki-laki dan 8 siswa perempuan. Meski jumlahnya
kompak, mereka merupakan representasi pemuda tangguh yang berasal dari berbagai
desa di pelosok Krayan. Kepala Sekolah SMPN 02 Krayan, Bapak Niko Dimus,
merincikan asal desa para siswa baru tersebut: Klaster Long Midang (10 Siswa):
Berasal dari Desa Liang Tuer, Ba Sikor, Pa Nado, Buduk Kinangan, dan Pa Rupai. Klaster
Buduk Tumu (3 Siswa): Berasal dari wilayah yang mencakup Desa Buduk Tumu dan
Desa Long Berayang. Dan Klaster Long Api (4 Siswa): Berasal dari sebaran tiga
desa, yaitu Pa Api, Pa Sire, dan Wa Yanud.
Berada di kawasan strategis yang sangat dekat dengan negara tetangga tidak
menyurutkan semangat belajar di sekolah ini. Sebaliknya, hal ini menjadi
keunikan tersendiri. Selama ini, SMP Negeri 02 Krayan dikenal sangat aktif
menjalin sinergi dengan Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) TNI
AD. Melalui pelaksanaan MPLS Ramah ini, diharapkan ke-19 siswa baru SMP Negeri
02 Krayan dapat segera beradaptasi dengan lingkungan sekolah mereka yang baru.
Selamat belajar kepada para siswa baru! Dari Jalan Damai Desa Pa Nado, mari
kita tunjukkan bahwa pendidikan di tapal batas siap mencetak generasi emas yang
cerdas, berkarakter, dan cinta NKRI